personal

Hal-hal yang Perlu Didiskusikan saat Diskusi Pranikah

Pernikahan merupakan sebuah komitmen yang harus dijalankan selama seumur hidup yang dibuat oleh pasangan. Oleh sebab itu, pertanyaan yang  wajib didiskusikan dengan pasangan sebelum Anda mantap untuk melangsungkan pernikahan.  Tidak  hanya berapa anggaran untuk resepsi pernikahan. Juga bukan hanya bertanya mengenai berapa banyak dan atas nama siapa cicilan rumah nantinya yang harus dibayar. 

Anda benar-benar harus mengenal satu sama lain dari dalam maupun luar, sebelum Anda memutuskan untuk menikah. Ada baiknya Anda dan pasangan ini perlu mendiskusikan secara lebih mendalam seperti apa masa depan Anda selepas pesta pernikahan. Oleh karena itu, sebaiknya membicarakan hal-hal yang menjadi asas dan pedoman hidup  jauh sebelum  ditetapkannya tanggal perkawinan dibicarakan. 

Bagaimana? Cobalah untuk meluangkan beberapa waktu ekstra bagi Anda berdua untuk menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan berikut  sebelum Anda menikah.

Pertanyaan yang harus didiskusikan dengan pasangan sebelum menikah  

Pembicaraan pranikah penting sekali guna menyatukan harapan dan visi. Karena Anda dan pasangan sejati nya adalah dua orang yang unik dan tentu saja bisa mempunyai banyak perbedaan. Baik pola asuh yang berbeda maupun pola asuh dalam kebiasaan dan minat, karena Anda dan pasangan tidak selalu mempunyai pengalaman hidup yang sama.

Semua perbedaan ini sangat alami dan sangat manusiawi. Namun, diskusi dan negosiasi dapat meminimalkan konflik dan perdebatan sebab semuanya telah dibahas secara terbuka sebelumnya. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang harus Anda diskusikan dengan pasangan. 

  • Apakah ingin memiliki anak? 

Masalah memiliki anak merupakan salah satu topik pembicaraan yang harus didiskusikan jauh sebelum rencana pernikahan. Karena untuk kebanyakan orang, urusan anak merupakan sebuah awal dari kehidupan. Apabila Anda ingin memiliki anak? Lalu, pertanyaan berikutnya untuk didiskusikan yaitu berapa banyak dan kapan Anda menginginkannya. Apakah Anda atau pasangan ingin menunda atau  segera memiliki anak setelah menikah? 

Selanjutnya, diskusikan seperti apa masing-masing rencana untuk mengasuh dan membesarkan anak-anak di masa depan. Jika salah satu dari kalian tidak ingin memiliki anak, cobalah untuk sejujur ​​mungkin tentang alasannya. Beberapa orang mungkin ingin merasa bebas dari karier mereka, merasa tidak nyaman secara finansial, atau khawatir tidak menjadi orang tua yang baik. Masalah lain mungkin mempunyai masalah kesehatan yang mempengaruhi kesuburan atau kehamilan.

Apa saja yang menjadi alasannya, Anda dan pasangan harus saling menghormati sudut pandang mereka masing-masing sebagai pasangan. Cobalah untuk menemukan jalan tengah yang paling cocok untuk kedua belah pihak dan apa yang dapat Anda berdua lakukan di masa depan. 

  • Tugas-tugas rumah tangga

Jangan memiliki asumsi jika pasangan Anda akan melakukan tugas-tugas tertentu kecuali Anda mendiskusikannya terlebih dahulu. Setiap orang dapat memiliki pendapat mereka sendiri tentang pekerjaan rumah tangga. Ada yang  terbiasa melakukan semuanya sendiri, namun ada juga yang tidak ingin membersihkan rumah sendiri. Banyak juga yang menganggap membersihkan rumah merupakan pekerjaan wanita. 

Setelah Anda menikah, Anda dan pasangan merupakan pasangan yang setara, jadi mengurus rumah harus dibagi di antara Anda berdua. Ingatlah jika rumah dan seluruh isinya adalah milik Anda dan pasangan, sehingga harus menjaganya bersama-sama.

Pasangan dapat secara sukarela melakukan hal-hal ini. Jika sebaliknya, dia setuju bahwa semua tugas rumah tangga utama harus dilakukan oleh wanita, pasangan pria dapat mengambil tugas lain yang mungkin tidak “dilakukan”.

  • Siapa yang bekerja mencari nafkah?

Masalah ini tidak dapat dihindari dan sering menjadi sumber pertengkaran bagi banyak pasangan yang berencana untuk menikah. Apalagi ketika kedua belah pihak sudah mapan pekerjaan dan karir serta penghasilannya masing-masing. Untuk itu, cobalah diskusikan pertanyaan ini dengan pasangan sebelum menikah. 

  • Bagaimana keuangan rumah tangga?

Pertanyaan diatas merupakan lanjutan dari “Siapa yang mencari nafkah?” Masalah keuangan adalah topik pembicaraan yang sensitif sekali untuk banyak orang. Namun pertanyaan ini pun harus dijawab sejak jauh-jauh hari sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. 

  • Bagaimana jika ada pertengkaran?

Beberapa bulan pertama pernikahan menjadi masa-masa bulan madu yang terasa  romantis, indah, dan bahagia, seolah-olah dunia milik Anda berdua. Pada titik ini, biasanya pasangan masih merasa gengsi dan selalu siap untuk menunjukkan perilaku terbaik mereka di depan pasangan baru. 

Namun, saat-saat manis seperti madu ini tidak dapat benar-benar membuat kita  mengetahui bagaimana pasangan kita berperilaku stres atau di bawah tekanan. Setiap orang bereaksi berbeda terhadap stres dan itu benar-benar normal. Tapi ingatlah bahwa rumah itu adalah sebuah bahtera yang digerakkan oleh dua orang. 

Perjalanan ini dapat membawa Anda lebih banyak stres daripada yang  pernah Anda alami sebelumnya. Karena masalah dalam pernikahan akan jauh lebih rumit daripada membahas selama hubungan. Oleh karena itu, ketahuilah bagaimana masing-masing pihak menangani konflik dan bagaimana konflik tersebut dapat diselesaikan.