Keuangan

Kelola Keuangan Pribadi dengan Cara yang Benar

Punya gaji bulanan yang besar tapi tidak pernah cukup sampai akhir bulan? Bisa jadi manajemen finansial pribadi Anda buruk. Kemampuan mengelola keuangan pribadi sangat penting untuk keuangan di masa depan yang lebih baik. Sebab tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

Seperti saat ini, ketika pandemi Virus Corona menyerang, kondisi ekonomi terhambat dan banyak orang kehilangan pekerjaan. Jika Anda memiliki pengelolaan keuangan pribadi yang baik, kondisi macam ini akan lebih mudah dihadapi. Tidak terjerat hutang dan memiliki sana simpanan menjadi keuntungan melakukan pengelolaan keuangan.

Mengelola keuangan secara efektif, maka harus paham cara mengelola keuangan dengan baik dengan mudah. Sebagaimana berikut ini:

1. Membuat Catatan Keuangan Pribadi

Pertama dan yang paling mendasar, buatlah catatan keuangan pribadi berupa pemasukan dan pengeluaran yang dilakukan. Hal ini untuk melacak keluarnya uang yang dihasilkan, mengetahui pengeluaran yang bisa dikurangi atau ditambah sesuai kebutuhan.

Dengan catatan keuangan ini, Anda bisa merancang tujuan keuangan. Sebab bisa menilai kekuatan keuangan untuk mencapai tujuan pada rentan waktu tertentu. Misalkan untuk membeli mobil dalam waktu tertentu, maka perlu memastikan dana saving untuk digunakan membelinya dalam waktu yang diinginkan.

2. Membuat Anggaran Bulanan

Untuk mengatur keuangan pribadi dengan lebih efisien dapat dilakukan dengan membuat anggaran bulanan. Anda bisa menggunakan formula 40-30-20-10, yakni 40% untuk keperluan bulanan seperti tagihan bulanan, belanja bulanan dan lainnya yang memang diperlukan. 

30% untuk membayar cicilan jika memilikinya, tidak bisa dipungkiri hidup di kota zaman sekarang tidak luput dari kredit. 20% untuk tabungan atau investasi masa depan, sedangkan 10 persen untuk dana lain, bisa untuk zakat atau donasi, 

3. Mulai Investasi atau bisnis

Kemandirian finansial di masa depan dapat diraih dengan investasi, maka mulailah berinvestasi. Ada banyak instrumen investasi yang dapat dipilih sesuai kemampuan, mulai dari deposito, reksa dana, saham atau dalam bentuk barang seperti emas, properti dan tanah.

Jika kemampuan finansial Anda cukup baik untuk berinvestasi, jangan ragu untuk mengambil peluang. Namun untuk berinvestasi harus paham resiko, sebab dalam investasi berlaku semakin besar keuntungan semakin besar pula risikonya. Jika tidak yakin, cara lain mengembangkan uang adalah dengan membangun bisnis, seperti yang banyak bisnis online aneka produk.

4. Prioritaskan pembayaran utang

Jika Anda punya hutang atau kredit cicilan, prioritaskan menggunakan penghasilan untuk melunasinya. Hutang merupakan musuh yang menjadi penyebab kegagalan finansial, maka segera melunasinya dapat menyehatkan kehidupan finansial.

Komposisi pembayaran hutang dari penghasilan yang baik adalah 30%. Komposisi tersebut cukup untuk segera melunasi hutang dan tidak membahayakan kondisi keuangan. Jika membayar lebih dari 30% sisa gaji Anda mungkin tidak cukup hingga akhir bulan. Akibatnya harus berhutang lagi.

5. Hindari Hutang Konsumtif

Hutan bisa menjadi momok bagi finansial namun ada hutang yang bisa ditolerir jika untuk modal usaha. Artinya hutang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan atau disebut hutang produktif. Lain halnya jika hutang hanya untuk keperluan pribadi yang tidak menghasilkan uang hanya menjadi hutang konsumtif.

Hutang konsumtif inilah yang perlu dihindari, apalagi hanya untuk mendapat sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan. 

Itulah cara mengatur keuangan pribadi yang ternyata tidak rumit namun butuh komitmen yang kuat. Jika dilakukan dengan konsisten, Anda dapat menikmati keuangan yang sehat.